Rabu, 28 Desember 2016

menyebutkan


Ada sebagian orang yang membolehkan ikhtilath (campur baur antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram) berdalih dengan hadits shahih . Di antaranya:
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ كَانَ الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ يَتَوَضَّئُونَ فِى زَمَانِ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – جَمِيعًا
Abdullah bin Yusuf bercerita kepada kami, “Malik menceritakan kepada kami, dari Nafi’ dari ‘Abdullah bin ‘Umar, bahwa dia berkata: “Sesungguhnya dulu pada zaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, laki-laki dan perempuan berwudhu’ secara bersama-sama.” (HR. Al-Bukhari)
Bagaimana kalian -wahai orang-orang yang mengaku ahlus sunnah- melarang manusia untuk ikhtilath? Sedangkan Al-Imam Al-Bukhari sendiri meriwayatkan hadits yang membolehkan hal tersebut?!
Untuk menanggapi ‘syubhat’ ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Perlunya mempelajari dasar-dasar ajaran islam yang benar secara global, sehingga ketika syubhat menyerang, seorang muslim tidak terlalu panik menghadapinya. Kembalikan saja kepada kaidah umum yang telah dipelajari dan diketahui walau tidak memahami penjelasannya secara terperinci. Dalam hal ini, penulis sangat menyarankan para pembaca untuk mengulang kembali faidah yang tertuang dalam kitab “Kasyfu Asy-Syubuhat” karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab Al-Hanbali rahimahullaah
2. Pentingnya mengkaitkan antara hadits dengan judul bab di mana hadits itu diletakkan oleh penyusunnya.
Tidak mengambil teks hadits itu kemudian dialihbahasakan begitu saja, terlebih lagi digunakan sebagai dalih untuk menghalalkan sesuatu yang telah disepakati keharamannya. Seperti hadits tersebut di atas jika dikaitkan dengan judul bab tempat hadits itu diletakkan oleh penyusunnya, maka sirnalah kerancuan atau syubhat yang dimaksud. Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini di dalam kitab tentang Wudhu’ bab “Bolehnya seorang laki-laki berwudhu’ bersama istrinya” (4/43, 193). Ulama kita menjelaskan bahwa fiqh atau madzhab Al-Imam Al-Bukhari dapat dilihat dari judul bab (yang ia buat). Dengan demikian terlihatlah dengan jelas bahwa Al-Imam Al-Bukhari sama sekali tidak mendukung bolehnya ikhtilath. Lalu apa hubungannya antara hadits dengan judul bab? Mengapa Al-Imam Al-Bukhari bisa mengambil kesimpulan dengan membuat judul yang lebih khusus cakupannya berdalil dengan hadits yang bersifat umum?
Dalam bab yang sama terdapat banyak hadits yang senada dengan berbagai macam jalur periwayatannya. Al-Imam Al-Bukhari dikenal sebagai orang yang sangat selektif dan super ketat dalam menentukan sebuah hadits itu shahih. Di sisi yang lain beliau dituntut untuk menyusun sebuah kitab yang ringkas tetapi menyeluruh yang berisi hadits-hadits yang shahih saja. Karena dua faktor inilah maka mungkin -wallaahu a’lam- beliau hanya menurunkan satu hadits saja dalam bab tersebut, yaitu hadits mauquf (hadits Ibnu ‘Umar) yang berstatus marfu‘. Bahkan hadits ini merupakan hadits yang paling shahih dalam bab ini. Di samping jalur periwayatannya dikenal sebagai ‘silsilah adz dzahab’ (jalur emas) -yaitu dari Malik dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar-, juga yang meriwayatkannya adalah Al-Bukhari (atau bisa disebut juga sebagai “jalur emas” yang paling shahih).
Di antara sekian banyak riwayat, ada sebuah riwayat yang menegaskan bahwa Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma melihat mereka (para sahabat) bersama istri-istri mereka berwudhu’ bersama-sama dalam satu bejana yang sama. Riwayat ini shahih diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya. Lalu mari sejenak kita berfikir, mungkinkah seluruh para sahabat bersama istri mereka berwudhu’ secara bersama-sama dalam satu bejana (إناء) yang dikenal kala itu berukuran relatif kecil? Ataukah maksud Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma adalah masing-masing sahabat bersama istrinya berwudhu’ bersama-sama, kemudian sahabat yang lain berwudhu’ bersama istrinya, lalu sahabat yang lain lagi dan seterusnya? Tentu yang terakhir disebutkan lebih logis dan lebih mendekati kebenaran. Inilah yang dipilih oleh Al-Imam Al-Bukhari yang sekaligus menunjukkan kejelian dan kecerdasan Al-Imam Al-Bukhari dalam beristidlal dan menempatkan hadits-hadits shahih yang sesuai dengan syarat-syaratnya pada judul bab (tarjamah) yang merupakan cerminan fiqh dan madzhab beliau dalam suatu masalah tertentu.
3. Urgennya belajar bahasa arab.
Alif lam pada kata-kata الرجال dan النساء dalam hadits tersebut bukan alif lam Al-Istighraqiyyah (menunjukkan keumuman). Tetapi alif lam Al-Jinsiyyah (menunjukkan jenis). Sebagai contoh misalnya:
فلان يلبس الثياب
Si Fulan memakai baju.
الثياب bentuk jama’ dari الثوب . Maksud dari pernyataan di atas bukan berarti si Fulan memakai semua baju. Tetapi yang dimaksud adalah keterangan jenis objek (maf’ul)nya. Si Fulan memakai baju, bukan sandal.
Untuk lebih jelasnya lagi, perhatikan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits:
لكنى أصلى وأنام وأصوم وأفطر وأتزوج النساء
“Akan tetapi aku shalat dan juga tidur, aku berpuasa dan juga berbuka, dan aku menikahi wanita.”
Apakah النساء yang dimaksudkan Nabi tersebut adalah “bilangannya”, atau yang dimaksudkan beliau adalah menerangkan “jenis objeknya”? Tentu yang dimaksudkan adalah jenis objeknya.
Kemudian lagi kata-kata جميعا (bersama-sama) merupakan hal (menerangkan keadaan) bukan sebagai ta’kid (penguat). Karena jika lah memang maksudnya ta’kid, maka Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma tentunya menyebutkan أجمعون (semuanya) bukan جميعا.
Perbedaannya sangat jelas, جميعا menjelaskan fa’il pada fi’il يتوضئون. Sedangkan أجمعون menjelaskan/menguatkan isim كان . Dengan begitu menjadi jelaslah bahwa yang dimaksud Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma adalah perbuatan wudhu’ itu dilakukan secara bersama-sama antara laki-laki dengan istrinya atau mahramnya, bukan seluruh sahabat baik laki-laki maupun perempuan bercampur baur berwudhu’ bersama-sama dalam satu bejana yang sama pula.
4. Sekaligus sebagai kesimpulan,
hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma tersebut di atas sama sekali tidak bisa dijadikan dalil untuk menghalalkan ikhtilath. Bahkan banyak hadits shahih yang menyatakan terlarangnya ikhtilath. Di antaranya:
عن عقبة بن عامر رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : إياكم والدخول على النساء فقال رجل من الأنصار : يا رسول الله أفرأيت الحمو ؟ قال : الحمو الموت
Dari ‘Uqbah bin ‘Aamir bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kalian masuk ke tempat para wanita!” Seorang pria dari kaum Anshar berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana hukumnya kalau dia adalah saudara ipar?” Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Saudara ipar sama dengan kematian” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Walhamdulillaah, wa shallallaahu ‘ala nabiyyinaa Muhammad.
Selesai ditulis oleh Al-Faqiir ila rahmati rabbih: Abu Yazid Nurdin, sore menjelang maghrib 20 Sya’ban 1431 H di Riyadh, KSA.
Maraaji’:
1. Fathul Baari, Al-Haafizh Ibnu Hajar, Daarul Hadits, Kairo: 1424 H.
2. ‘Umdatul Qaari, Badruddin Al-‘Aini Al-Hanafi, Al-Maktabah Asy-Syaamilah.
3. Kaset ceramah berjudul “Nashaaih wa Taujiihaat li Asy-Syabaab”, Syaikh DR. ‘Abdul Karim Al- Khudhair.
Penulis: Abu Yazid TM Nurdin
Artikel www.muslim.or.id
Read More

kalau boleh

Bismillah. Saya mulakan post kali ni dengan nama Allah yang agung, tempat kita semua bergantung, tempat kita semua menyembah dan patuh. Saya minta ampun pada Allah andai saya sendiri tidak beramal, ya Allah, kurniakan kekuatan kepadaku untuk mengamalkan seluruh apa yang aku katakan. Post kali ini mungkin sensitive bagi sesetengah orang. Mungkin ramai yang tak mampu terima, atau mungkin ada yang terima namun rasa berat untuk amal, dan ada yang setuju, faham dan amal. Saya harap, korang lapangkan dada, menilai dengan syarak tentang isu ini, ketepikan nafsu.

Post kali ini tentang satu isu besar dan ramai yang lemah dan gagal memahaminya dengan baik, hatta seorang yang ikut tarbiah sekalipun. Ia adalah isu IKHTILAT. Satu isu yang telah berjaya membolak-balikkan hati segelintir daie, isu yang telah berjaya mkenghacurkan dan memerangkap hati sesetengah orang yang ikut tarbiah.
Saya pernah bersembang dengan ramai orang, apabila mereka luahkan masalah mereka, kebanyakannya rasa terseksa dan terperangkap dengan dosa ikhtilat ni. Ada yang langsung tak rasa ikhtilat ni salah dengan beberapa alasan yang sangat tak berlandaskan syarak tapi akal. Ada yang tahu akan bahayanya ikhtilat, namun akibat nafsu yang membuak-buak, dia “cair” dan berjinak-jinak dengan ikhtilat. Ada yang sudah terjebak dengan ikhtilat dan telah merasai betapa SEKSANYA bila terperangkap dalam ikhtilat, dan jiwanya meronta-ronta untuk BEBAS dari penjara dosa ikhtilat ini.
Oleh sebab itu, post ini di tulis. Dengan harapan isu ini di fahami dengan jelas. Dengan harapan, kita BEBAS dari penjara dosa. Dengan harapan, kita akan lebih laju dalam tarbiah dan dakwah setelah kita terlepas dari ikhtilat ini. Bagi memusnahkan kekeliruan akan isu ini, saya akan bahagikan penulisan ini pada:
1)Benda ASAS dalam ikhtilat yang perlu di fahami.
2)Faktor tewas dalam ikhtilat
3)Kekeliruan dan penyelasaian dalam ikhtilat.
Dengan nama Allah, saya mulakan huraian ini. Dengan penuh harapan padamu, ya Allah, kurniakan kefahaman pada kami.

BENDA ASAS DALAM IKHTILAT YANG PERLU DI FAHAMI
Awalnya, saya nak sentuh tentang apa itu ikhtilat. Ikhtilat ni kalau nak mudah faham, ia adalah pergaulan antara laki dan perempuan. saya rasa semua tahu. Ok, jom kita terjah satu-satu penerangan:
a)HUKUM
Hukum asal ikhtilat adalah haram. Harus andai berlaku beberapa situasi iaitu:
-Dhorurat
-Hajat
-Dakwah
Cerita bab hukumnya, semua benda yang hukum asalnya HARAM, amat perlu di telitikan. Contoh mudah, makan babi. Hukum asal haram. Harus andai dalam keadaan dhorurat. Maka ketika itu, boleh makan babi CUKUP hanya untuk menghilangkan dhorurat. Andai lebih-lebih, maka hukumnya kembali kepada asal, iaitu HARAM.
Begitu juga dalam ikhtilat misalnya, contoh untuk DHORUROT ialah nak selamatkan nyawa di hospital. Sometime doctor laki terpaksa buka sebahagian aurat perempuan misalnya. Maka di haruskan. Namun, andai doctor tu lebih-lebih, dengan buka tempat yang taka da kena mengena, maka HARAM. Banyak lagi contoh lain.
Kalau untuk HAJAT, contoh simple ialah belajar. Perhubungan untuk tujuan belajar, Tanya soalan-soalan, bersifat ilmiah, maka di benarkan. Tapi kalau start sembang just Tanya khabar dan lain-lain yang taka da kena mengena dengan hajat, maka hukumnya kembali keapda asal, HARAM.
Kalau untuk DAKWAH, agak panjang perbahasannya. Contohnya kalau nak buat meeting yang sangat penting dan memerlukan perkumpulan lelaki dan perempuan. Maka boleh, namun perlu mematuhi segala syarat yang telah di gariskan. Apa syarat-syaratnya? Nanti kita masuk.

b)Kenapa ikhtilat HARAM?
Kerana ia menghampiri zina. Simple. Dosa yang besar bermula dari dosa yang kecil. Ramai orang yang mati dengan nyamuk aedeis berbanding kena makan buaya. Ramai orang yang hancur akibat dosa kecil berbanding dosa besar. Segala perkara haram, dan perkara yang membuatkan kita akan terjebak untuk melakukan perkara haram, maka hukumnya juga haram!

Allah bagi amaran, jangan hampiri zina. Apakah jalan-jalan yang membuatkan kita menghampiri zina dan akhirnya berzina? Bermula dengan pandang, senyum, bagi salam, bersembang, membuat perjanjian untuk berjumpa, kemudian berjumpa, berzina dan akhirnya masuk neraka! Kesemua ini adalah jalan zina, dan haram.

Nak hurai panjang-panjang, lepas ni, time masuk part “kekeliruan dan penyelesaian”.
FAKTOR TEWAS DALAM IKHTILAT
Ramai orang sekarang, apabila bertanya hukum, mereka usaha untuk dapatkan hukum yang membenarkan dosa mereka. Contohnya ikhtilat. Hukumnya haram. Tapi bila dengar ikhtilat akan jadi HARUS bila berlaku beberapa situasi, terus dia gembira sakan dengan ikhtilatnya tanpa melihat situasi. Atas alasan harus. Ingat wahai kawan, ianya harus andai:
1)Kita terjebak pada 3 situasi, iaitu dhorurat, hajat dan dakwah.
2)Andai kita mematuhi SYARAT-SYARAT dan tidak berlebih-lebih.
Tapi hari ni, kita tak pandang syarat. Tak rasa bersalah, bahkan rasa dosa yang kita buat tu betul dan tak dosa, menganggap orang yang mematuhi syarat-syarat itu sebagai SYADID, dan lain-lain. Apakah ini?
Ingat, kita harus menilai sesuatu berlandaskan syariat, bukan akal kita. Yang kita rasa betul dan selesa untuk kita, kita buat, walaupun ia melanggar syariat. Apakah ini? Check balik diri, ada tidak nafsu kita main peranan ketika kita menggunakan akal dan cita rasa kita dalam membenarkan apa yang kita buat?


KEKELIRUAN DAN PENYELESAIAN DALAM IKHTILAT
Kekeliruan ni banyak. Kalau saya nak rungkaikan segala kekeliruan dan bagi penyelesaian, sangat lenguh jari nak type. Hakikatnya, kalau kita dah faham benda basic yang saya dah hurai kat atas tadi tu, segala kekeliruan boleh settle. Tapi, saya just nak kemukan beberapa kekeliruan yang famaous.
a)”Kitorang kawan je. Bukan bercinta pun”
   “Kitorang nak eratkan ukhwah. Ukhwah tu penting!”
  “Kitorang just sembang-sembang biasa je. Tanya kerja rumah. Penting!”
  “Kitorang bukannya zina pun…”
Kalau orang yang bagi alasan macam ni untuk membenarkan dosa yang diorang buat, check balik, adakah kawan dengan berlainan jantina ni dhorurat yang kalau tak buat, kita mati, atau hajat, yang mana sampai perlu berkawan. Bab belajar sama-sama misalnya, selagi boleh sesame jantina, maka utamakan yang sesame jantina.Ana ada kawan, dia kata:

“Ush, tak boleh kot study group tanpa perempuan. Bila ada perempuan baru semangat.”
“Perempuan biasanya pandai, aku biasa rujuk dekat perempuan. Sebab tu penting study group laki perempuan…”


Dan lain-lain. Apakah? Pertama, saya nak nyatakan. Betulkah mesej atau persembangan korang time tu hanya menyentuh bab belajar? Kalau korang selitkan sembang-sembang biasa, siap ada “hehe”,smiling-smiling, Tanya-tanya khabar dan lain-lain, itu bukan belajar beb. Itu ikhtilat!
Mustahil andai kita berurusan dengan berlainan jantina atas alasan kawan misalnya, tidak mengganggu hati kita. Akhirnya, sedar tak sedar, kita rasa seronok bila sembang berlainan jantina, rasa “semacam”, rasa gembira. Hakikatnya, itulah nafsu. Selagi boleh berhubung sesame jantina, maka utamakan yang sesama jantina!
Saya ulang:” Selagi boleh berhubung sesama jantina, maka utamakan yang sesama jantina!”
Selagi boleh belajar dengan sesama jantina, selagi boleh Tanya pasal homework sesama jantina, maka buat! Kalau tak, memang hukumnya kembali haram. Kawan? Kawan sesama jantina kita pun kita tak settle, ada gaduh-gaduh dan sebagainya, buat apa sibuk-sibuk nak kawan berlainan jantina wahai kawanku yang hensem lagi smart? Kitorang bukan zina pun? Itulah jalan zina. Harap maklum.
Ukhwah? Bab ni saya suka untuk hurai. Apa hukum berukhwah dengan berlainan jantina? Baca ni betul-betul dan fahami. Sebelum saya yang hina ni menjawab soalan ni, saya beritahu kenapa saya timbulkan persoalan di atas. Ia adalah kerana saya Nampak, ramai yang “melonggarkan” ikhtilat ini atas dasar:”kami hanya berukhwah!”.Maka, yang terjadi, sesama ikhwah dan akhwat, mereka bertanya khabar, sembang-sembang  kosong dan lain-lain.
Sebelum saya jawab soalan “adakah ukhwah di kalangan lelaki dan perempan?”,suka saya untuk bertanya:”Apakah makna ukhwah??”Adakah ukhwah bererti tidak bergaduh, mesra sesama orang yang berukhwah ,mengambil berat satu sama lain dan lain-lain?
Kalau itulah ukhwah, nescaya mat rempit dan geng-geng ganster juga berukhwah. mereka sangat ambil berat sesama mereka, mesra dan tolong menolong. ada mat rempit, jiran saya, meninggal dan kawan-kawan rempitnya yang lain menangis dan sedih dengan kematian kawan rempitnya. adakah itu bermakna mereka berukhwah?
Jawapannya:TIDAK.
Eh?abis tu, ukhwah tu apa?!
Suka ana bagi erti ukhwah yg di ta’rifkan oleh imam hasan albanna,dalam risalah ta’lim:
“Ukhwah yang saya maksudkan ialah hati-hati dan roh-roh di hubungkan dengan ikatan akidah. akidah adalah hubungan yg paling ampuh dan berharga. persaudaraaan adalah saudara iman dan perpecahan adalah saudara kufur.
Kekuatan yg pertama adalah kekuatan perpaduan. Perpaduan takkan wujud tanpa kasih sayang. Rasa kasih sayang yg paling rendah ialah berlapang dada dan yg paling tinggi ialah mengutamakan orang lain.
(surah alhasyr:9)
Saudara yg jujur akan merasakan saudara-saudaranya lebih utama dari dirinya sendiri kerana segala hidupnya bersama mereka. sedangkan mereka,kita tak bersamanya akan bersama dgn org lain.serigala hanya akan menerkam kambing yg bersendirian.org mukmin dgn mukmin yg lain ibarat bangunan dan mereka perkuatkan antara satu sama lain.
(attaubah:71)
Inilah yg sepatutnya kita lakukan….”
(IMAM HASAN ALBANNA)
Melalui takrifan ini,maybe tak cukup faham. Nak lagi faham,rujuk buku “nazarat fi risalah ta’lim”,yang menghuraikan  takrifan ukhwah dari hasan albanna.Katanya:”Ukhwah hanya akan di rasai oleh mereka2 yang berjuang dan berdakwah….”
Kembali kepada soalan di atas: soalan “adakah ukhwah di kalangan lelaki dan perempan?”.Bagi saya, jawapannya adalah:YA.UKHWAH ANTARA LELAKI DAN WANITA ADALAH WAJIB. Namun,seperti yang saya hurai tadi, ukhwah bukanlah bereti mesra, galak, bersuka ria dan lain-lain. Ukhwah adalah bersatu demi menguatkan islam. Allah hanya akan redha dengan ukhwah yang mana, hasil dari ukhwah tersebut, islam bangkit!

Yang korang kononnya "ukhwah" laki perempuan, islam makin hancur ke makin bangkit?! Bahkan, korang sebenarnya guna alasan agama untuk kepentingan nafsu!
Bererti di sini, realiti yg berlaku di kalangan ramai di kalangan kita, bagi saya, ia bukanlah ukhwah.Tetapi ia adalah IKHTILAT!
b)Dakwah berlainan jantina?
Awalnya saya nak Tanya. Dakwah sesama jantina dah settle belum? Berapa ramai dah kita jadi asbab kawan sejantina kita berubah dan ikut tarbiah dan dakwah? Kalau dakwah sesama jantina pun tak settle, buat apa nak sibuk-sibuk nak dakwah jantina lain? Sometime, sembang-sembang atas alasan dakwah kononnya, padahal time sembang, gelak-gelak, senyum-senyum, pandang-pandang, gurau senda dan lain-lain. Apakah ini?
Kalau bab dakwah ni, yang ana nak tekankan adalah isu yang memerlukan “meeting” atau mesyuarat. Ulama’ berpendapat, tiada masalah untuk mengadakan meeting andai ia betul-betul penting. Tetap ada syaratnya. Kalau tak patuhi syarat, macam yang ana hurai kat atas tadi, hukumnya kembali HARAM.Syaratnya ialah:
1. Pertemuan dan kerjasama itu hendaklah dalam suasana serius
2. menahan pandangan
3. menghindari berjabat tangan
4. mengenakan pakaian yg menepati syari’at (tutup aurat sempurna)
5. tidak bersesakan dan elok jika ada pemisahan
6. menghindari khulwah (berdua-duaan di tempat sunyi), namun boleh jika:
a. khulwah di kawasan awam yg ada orang ramai
b. beberapa lelaki dengan seorang perempuan
c. seorang lelaki dengan beberapa perempuan..
 7. tidak terlalu lama dan berulang
8. menghindari tempat yg mencurigai
9. menjauhi perbuatan dosa
Syarat khusus wanita jika keluar mengadakan pertemuan dengan lelaki:
1. jika bercakap tidak menggunakan bahasa yg lunak dan gaya yg menggoda
2. berjalan dengan sopan dan tertib
3. elakkan pergerakan yg manja dan menggoda
4. tidak memakai parfum/pewangi
5. serius dlm berbicara
Persoalannya, sejauh mana kita patuhi syarat ni? Fikir-fikirkan.
*****

Saya kalau boleh nak hurai pelbagai lagi kekeliruan. Tapi saya yakin, bila kita fahami dan dalami betul-betul tentang hukum asas ikhtilat ni, kita dah boleh faham seluruhnya dan hilang segala kekeliruan. Sometime, kita jadi keliru, bila kita menurut sangat nafsu kita dengan nak membenarkan dosa kita. Ingat, ikut nilaian syarak. Bukan akal dan apa yang kita suka.
Ada orang kata, orang yang ikut tarbiah ni SYADID sangat bab ikhtilat ni. Saya jawab simple:

”Hari ini, orang yang mengamalkan agama mengikut syarak di anggap syadid. Orang yang melonggarkan agama di anggap benar…”
Check diri. Sebab sangat ramai orang yang hancur lantaran terjebak dengan ikhtilat. Ya, awal-awal atas alasan kawan, atas alasan “kami akan kahwin”, atas alasan belajar, atas alasan dakwah tapi sebenarnya gerun, dan pelbagai alasan.
Rujuk sirah Arrasul. Hayati kisah Aisyah. Teladani tabiin.
Saya akhiri dengan sebuah persembangan ana dengan beberapa kawan saya, kawan saya bagi saya satu kata-kata yang sangat menarik:
“Ana pelik dengan orang yang rasa susah kalau tak dapat study group dengan perempuan. Yang beria-ria nak study group dengan perempuan. Lainla kalau tak boleh elak. Tapi patuhila syarat, jangan gurau-gurau dan lain-lain. ANA TAK STUDY GROUP DENGAN PEREMPUAN, boleh je dapat 4 flat. Nafsu je semua tu…”

Saya tersenyum:)

Wallahua'lam. Andai tidak setuju dengan mana-mana part, kita boleh bincang, nak tanya soalan atau apa-apa, ruangan komen di sediakan. Dan kalau saya ada masa, saya akan jawab. Perkongsian dari korang amat di galakkan.

Read More

Banyak cara lain

langit_jaten_by_barrizky-d5llawc Banyak cara lain yang Allah Ta’ala pilih untuk menyeru hamba-hamba-Nya yang beriman agar mereka berbuat kebaikan dan meninggalkan keburukan, di antaranya adalah sebagai berikut.

Penyebutan dampak positif kebaikan dan dampak negatif keburukan
Terkadang di dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala menyeru orang-orang yang beriman agar mereka berbuat kebaikan dan meninggalkan keburukan dengan cara menyebutkan dampak positif kebaikan dan dampak negatif keburukan.
Berikut ini perinciannya:
A. Allah menyebutkan perintah-Nya berupa amal saleh lalu menyebutkan dampak positif dan buah manisnya, baik di dunia maupun di akhirat.
Adapun dampak positif dan buah manisnya di dunia, berupa kehidupan yang baik, ketenangan hati, kebahagiaan, hilangnya kesedihan, pelakunya dicintai oleh Allah dan dijaga oleh Allah.
Sedangkan di akhirat, pelakunya mendapatkan kenikmatan di surga, selamat dari siksa neraka dan kemurkaan-Nya.
Contohnya adalah firman Allah Ta’ala dalam surat An-Nahl: 97.
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun wanita dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.
Dalam ayat ini, terdapat penggabungan balasan dunia dan akhirat, yaitu kehidupan yang baik di dunia berupa kebahagiaan, ketenangan hati, kelapangan dada, dan rezeki yang halal. Selain itu mereka juga akan dibalas dengan pahala yang lebih baik di akhirat, berupa kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbetik dalam hati manusia.
Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Qomar: 54.
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai”
Allah Ta’ala berfirman dalam surat Maryam: 96.
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَٰنُ وُدًّا
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan rasa cinta kepada mereka (di hati penduduk langit & bumi)”.
Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa janji yang disebutkan dalam ayat ini termasuk nikmat Allah yang besar atas hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal sholeh, yaitu Allah Ta’ala menjanjikan akan memberikan kasih sayang wali-wali-Nya, penduduk langit, dan bumi kepada mereka. Apabila rasa kasih sayang kepada mereka itu ada dalam hati wali-wali-Nya, penduduk langit, dan bumi, maka akan dimudahkan banyak dari urusan mereka, mereka akan mendapatkan kebaikan, dakwah, pengajaran, penerimaan, dan kepemimpinan dalam kebaikan, karena mereka mencintai Allah Ta’ala, maka Allah Ta’ala pun menjadikan mereka dicintai oleh wali-wali-Nya, penduduk langit, dan bumi.
Read More

sejarah sekolah

Pendiri Yayasan Pendidikan Informatika
KH. Rachmatoellah Siddiq, MBa
Berangkat dari fikir buah Pendidikan sosok yang konsisten dengan misi dan visi dalam pengembangan pendidikan, lahir Yayasan Pendidikan Informatika (YPI) adalah lembaga terstruktur dan terencana untuk berperan aktif dengan masyarakat dan pemerintah untuk mewujudkan amanat UUD 1945; "kehidupan nasional". Apakah Al - marhum. Al - maghfurlah H. Mochammad Rachmatoellah Siddiq1 sebagai pendiri Yayasan Pendidikan Informatika (YPI) jauh dibayangi lembaga pendidikan tinggi dan lembaga pendidikan dasar menengah, masing-masing terdiri dari:
 
Berangkat dari fikir buah Pendidikan sosok yang konsisten dengan misi dan visi dalam pengembangan pendidikan, lahir Yayasan Pendidikan Informatika (YPI) adalah lembaga terstruktur dan terencana untuk berperan aktif dengan masyarakat dan pemerintah untuk mewujudkan amanat UUD 1945; "kehidupan nasional". Apakah Al - marhum. Al - maghfurlah H. Mochammad Rachmatoellah Siddiq1 sebagai pendiri Yayasan Pendidikan Informatika (YPI) jauh dibayangi lembaga pendidikan tinggi dan lembaga pendidikan dasar menengah, masing-masing terdiri dari:
 

Lembaga Pendidikan Tinggi (Dikti)

( 1 ) AMIK Kota Serang

( 2 ) University of Raya Serang ( UNSERA )

Lembaga Pendidikan Dasar dan Menengah:

( 1 ) SMP Informatika Kota Serang ;

( 2 ) SMA Informatika Kota Serang ;

( 3 ) SMK Informatika Kota Serang ;

Melalui proses yang panjang , yang membutuhkan kesabaran dan komitmen yang tinggi untuk bisa sampai seperti sekarang ini . Mulai dari Institut program Pendidikan ( LPK ) , didirikan pada Informatika ( 1989) , pada tahun 1991 untuk Institut Manajemen Informasi Pendidikan ( LPMIK ) Serang , dengan tingkat satu program diploma ( D - 1 ) dan dua tahun kemudian membuka dua program diploma ( D - II ) . 1995 mendirikan Akademi Manajemen Informatika dan Komputer ( AMIK ) Serang.


Perubahan LPMIK menjadi AMIK Serang merupakan cikal bakal Informatika kuliah berikutnya didirikan oleh YPI Serangan ; STMIK Attack ( Th. 1998) , Attack of Economics ( Th. 2001) . Dengan rilis Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 262/D/O/2008 tanggal 23 Desember 2008. STMIK Attack dan University of Economics Raya Serang ( UNSERA ) Sesuai dengan visi pendiri pembangunan pendidikan menyeluruh , YPI Serangan dalam menjalankan misi pendidikan tidak hanya berkonsentrasi pada pendidikan tinggi ( pengembangan sumber daya manusia orientansi ) tetapi juga pada konsentrasi pendidikan dasar dan menengah ( pembentukan karakter bangsa tunas ) .


Berdasarkan komitmen untuk mendirikan SMA YPI Serangan Informatika pada tahun 1996 , SMP Informatika ( Th. 1997 ) dan SMK Informatika ( Th. 1998 )Apakah peluang dan tantangan untuk Teknologi Informasi Yayasan Pendidikan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia .
Read More

visi misi

VISI, MISI DAN ETIKA SISWA

Pendidikan merupakan bagian penting dari proses pembangunan nasional yang kuat menetukan pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Pendidikan juga merupakan investasi dalam pembangunan Umber Daya Manusia (SDM). Untuk menyongsong masa depan lebih baik dalam menghadapi era persaingan global dibutuhkan investasi pendidikan dan pengetahuan yang memiliki kompetensi unggul, agar mampu berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Semua itu bisa didapat di SMA Informatika Serang.
SMA Informatika Serang merupakan lembaga pendidikan menengah yang memiliki sistem yang komplek dan dinamis. SMA Informatika Serang mengedepankan proses pendidikan dan pengajaran untuk mempersiapkan siswa agar mampu bersaing di lembaga pendidikan yang lebih tinggi, mempunyai life skill dan berakhlak mulia.
Memilih SMA Informatika Serang merupakan pilihan yang tepat. 
SMA Informatika Serang merupakan lembaga pendidikan menengah yang memiliki sistem yang komplek dan dinamis. SMA Informatika Serang mengedepankan proses pendidikan dan pengajaran untuk mempersiapkan siswa agar mampu bersaing di lembaga pendidikan yang lebih tinggi, mempunyai life skill dan berakhlak mulia.
Memilih SMA Informatika Serang merupakan pilihan yang tepat.
 
                                                    
                                                         SMA INFORMATIKA SERANG IS THE BEST FOR THE FUTURE. 


     1.       Visi  

Memberikan Pendidikan dan Pengajaran kepada peserta didik sehingga mampu mengembangkan dirinya sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki IPTEK dan berkepribadian Islam.

2.       Misi
·         Mewujudkan penyelenggaraan proses pendidikan dan pengajaran yang dinamis dan kreatif.
·         Mewujudkan peserta didik yang cakap, terampil dan berwawasan luas yang islami.
·         Mewujudkan peserta didik agar mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi 

3.       Etika Siswa SMA Informatika
·         Selalu berpakaian rapih dan sopan
·         Selalu menjaga kebersihan kelas dan lingkungan
·         Selalu menjaga ketertiban dan bersikap sopan santun
Read More

sambutan

Kepala SMA Informatika Serang
Umbara R. Mauludin, M.Pd




Pendidikan merupakan bagian penting dari proses pembangunan nasional yang sangat menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pendidikan juga merupakan investasi dalam pembangunan Umber Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk lebih memenuhi masa depan di era persaingan global dan pengetahuan yang dibutuhkan investasi di bidang pendidikan yang memiliki kompetensi unggul, agar dapat bersaing untuk menjadi yang terbaik. Semua itu dapat diperoleh di SMA Serang Informatika.

SMA Informatika Kota Serang adalah sebuah lembaga pendidikan sekunder yang memiliki sistem yang kompleks dan dinamis. SMA Informatika Kota Serang mempromosikan proses pendidikan dan pembelajaran untuk mempersiapkan siswa untuk mampu bersaing di lembaga pendidikan tinggi, memiliki keterampilan hidup dan mulia.
 
SMA Informatika Kota Serang adalah sebuah lembaga pendidikan sekunder yang memiliki sistem yang kompleks dan dinamis. SMA Informatika Kota Serang mempromosikan proses pendidikan dan pembelajaran untuk mempersiapkan siswa untuk mampu bersaing di lembaga pendidikan tinggi, memiliki keterampilan hidup dan mulia.
Read More